Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » ‘Hanya Di RI Ternyata Sebutan ‘IMLEK’ Itu

‘Hanya Di RI Ternyata Sebutan ‘IMLEK’ Itu

  • account_circle Banten Reporter
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar

Jakarta– Perayaan Tahun Baru China di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Imlek. Namun, tidak banyak yang sadar bahwa istilah “Imlek” sebenarnya hanya digunakan di Indonesia. Di China sendiri, perayaan tersebut tidak disebut dengan nama “Imlek”.

Perbedaan istilah tersebut bukan sekadar soal bahasa atau budaya, melainkan juga berkaitan dengan dinamika politik di Indonesia pada masa lalu. Pada era Orde Baru, pemerintah membatasi berbagai hal yang berbau Tionghoa, termasuk perayaan budaya.

Sebagai gambaran, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, perayaan Tahun Baru China sempat dilarang. Kebijakan ini dilatarbelakangi sikap pemerintah yang sangat anti-komunisme, sementara China saat itu identik dengan ideologi tersebut. Pemerintah menilai ekspresi budaya Tionghoa berpotensi mengganggu ideologi Pancasila, sehingga perayaannya pun dibatasi.

Pelarangan itu diatur dalam Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China. Intinya, aturan tersebut melarang apapun yang berbau China bebas disuarakan di Indonesia. Mulai dari penggunaan bahasa Mandarin, lagu-lagu, hingga perayaan Tahun Baru China.

Merujuk Siew-Min Sai dan Chang-Yau Hoon dalam Chinese Indonesians Reassessed (2013), pelarangan Tahun Baru China juga masuk ke dalam ranah penamaan. Di China, perayaan ini lazim disebut Sin Cia yang diambil dari bahasa Mandarin.

Namun, akibat pemerintah Soeharto fobia sesuatu berbau China, maka pemerintah mengubah nama perayaan tersebut. Akhirnya tercipta istilah Imlek. Kata tersebut lahir dari dialek Hokkien. Dalam dialek Hokkien, Imlek (阴历, dibaca im-le̍k) terdiri atas dua suku kata, di mana im berarti ‘bulan’ dan lek berarti ‘penanggalan’.

Dari situ, arti Imlek adalah ‘kalender bulan’. Atas dasar ini, kata ‘Imlek’ hanya ada di Indonesia. Tentu saja, eksistensi kata tersebut bersamaan dengan terbatasnya ruang ekspresi perayaan.

Di masa Orde Baru, masyarakat Tionghoa tak lagi bisa melakukan Tahun Baru China secara bebas. Jika ingin tetap merayakan Imlek, mereka harus diam-diam melakukannya. Tentu, itu dilakukan tanpa diberi hari libur seperti sekarang.

Beruntung aturan diskriminasi tersebut berakhir saat Orde Baru runtuh. Di awal reformasi, Presiden B.J Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan aturan yang mencabut seluruh aturan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa yang dikeluarkan Soeharto.

Orang Tionghoa bisa mengekspresikan kembali kebudayaannya secara bebas, termasuk juga perayaan Tahun Baru Imlek. Meski begitu, diskriminasi terhadap orang Tionghoa tidak serta merta hilang begitu saja karena sudah telanjur mengakar.

  • Penulis: Banten Reporter

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKL hingga Parkir Liar di Trotoar Pancoran Glodok Ditertibkan Satpol PP

    PKL hingga Parkir Liar di Trotoar Pancoran Glodok Ditertibkan Satpol PP

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta – Petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan TNI-Polri melakukan penertiban di trotoar kawasan Pancoran Glodok, Tamansari, Jakarta Barat. Operasi itu digelar setelah maraknya parkir liar serta gerobak pedagang kaki lima (PKL) di area tersebut hingga menyulitkan akses pejalan kaki. “Memang kemarin ada laporan dari masyarakat terkait banyaknya parkir liar di […]

  • Polisi Tembak, Pria pembakar Bocah di Tangerang

    Polisi Tembak, Pria pembakar Bocah di Tangerang

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Pria berinisial HB, 38,terduga pelaku kekerasan dan pembakaran Bocah 5 Thn, MA, telahditangkap polisi. Pelaku ditangkap di Masjid Raya Alhidayah, deudeul, taraju, KabupatenTasuk malaya, Jawabarat, Selasa 29 April 2025 sekitar Pukul 06.30 WIB

  • Pertemuan Prabowo dengan 5 Pengusaha Kelas Kakap

    Pertemuan Prabowo dengan 5 Pengusaha Kelas Kakap

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi dari lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026) malam. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut berlangsung sekitar 4,5 jam. “Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 4,5 jam, dimulai sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB,” tulis Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Rabu (11/2/2026). Lima pengusaha nasional tersebut di antaranya Prajogo […]

  • Livin Mandiri Pecah Telur Kemenangan Perdana Kalahkan Medan Falcons

    Livin Mandiri Pecah Telur Kemenangan Perdana Kalahkan Medan Falcons

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta-Tim putri Jakarta Livin Mandiri raih kemenangan perdana pada putaran kedua Proliga 2026 usai mengalahkan Medan Falcons dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-22, 25-19) di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (6/2/26). Hasil ini menjadi respons penting setelah Livin Mandiri gagal meraih poin pada laga pembuka putaran kedua. Pekan lalu di Gresik, Yolla Yuliana dan kolega […]

  • Cemari Cisadane Mentri LH Akan Gugat Gudang Pestisida

    Cemari Cisadane Mentri LH Akan Gugat Gudang Pestisida

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 26
    • 0Komentar

      Tangsel – Kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama berbuntut panjang setelah cairan pestisida mengalir ke Sungai Jeletreng, anak sungai Cisadane, di Tangerang Selatan. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Faisol Hanif Nurofiq akan menggugat gudang tersebut karena pestisida yang mencemari sungai. “Kemudian dari sisi perdatanya kita akan ambil sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 87 dan 90 […]

  • Untuk Tutupi Defisit Pemprov Datangkan Ikan Dari Cirebon

    Untuk Tutupi Defisit Pemprov Datangkan Ikan Dari Cirebon

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 22
    • 0Komentar

      SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menutup defisit ikan dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah, seperti Cirebon dan kawasan Pantai Selatan. Hal itu menyusul produksi lokal yang belum mampu memenuhi kebutuhan 500 ribu ton per tahun. “Yang jelas (pasokan-red) kita ada dari kita sendiri dan dari Cirebon biasanya. Dari daerah Pantai-pantai Selatan juga masuk ke […]

expand_less