Breaking News
light_mode
Beranda » Banten » Dalih Ongkos Cetak, ASN Pemkot Tangerang Diduga Dibebani Pembelian Kalender

Dalih Ongkos Cetak, ASN Pemkot Tangerang Diduga Dibebani Pembelian Kalender

  • account_circle Banten Reporter
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Kota Tangerang – Praktik penjualan kalender kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, khususnya di kalangan guru, menuai sorotan tajam. Kegiatan tersebut diduga sebagai bentuk pungutan liar (pungli) yang dibungkus dengan dalih ongkos cetak. Isu ini muncul karena beberapa guru mengungkapkan merasa terbebani oleh permintaan tersebut.

Sejumlah guru di beberapa sekolah mengaku diminta untuk membeli kalender dengan alasan “ongkos cetak” sekitar Rp40.000 per kalender. Penjualan itu disebut-sebut bersifat “imbauan”, namun dalam praktiknya dinilai mengarah pada kewajiban. Kalender tersebut diklaim sebagai bagian dari program internal, dengan alasan untuk menutup biaya produksi dan distribusi.

“Sebenarnya disebutnya tidak wajib, tapi ada tekanan moral. Kalau tidak membeli, takut dianggap tidak mendukung,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Narasumber mengatakan, pengurus PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) di tiap kecamatan yang mengkordinir terkait penyaluran juga biaya kalender tersebut.

“Kabarnya pembelian kalender atas arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten,” ungkapnya.

Foto: Kalender PGRI 2026.

Kondisi ini memicu polemik di kalangan ASN. Beberapa pihak menilai, apabila benar ada unsur kewajiban terselubung, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pungutan liar. Terlebih jika tidak disertai transparansi penggunaan dana maupun dasar hukum yang jelas.

Pengamat kebijakan publik, Fajar Herwindo, menegaskan segala bentuk pungutan di lingkungan pemerintahan harus memiliki dasar regulasi dan dilakukan secara transparan.

“Kalau memang untuk kebutuhan internal, harus jelas payung hukumnya dan tidak boleh ada unsur paksaan. ASN juga memiliki hak untuk menolak apabila tidak ada aturan resmi,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ketua PGRI Kota Tangerang, Bagio Dulla Komari. Saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Ketua PGRI tidak merespon atau menjawab.

Publik pun mendesak agar dilakukan klarifikasi terbuka guna menghindari kesalahpahaman dan memastikan tidak ada praktik yang merugikan ASN.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya komitmen pemberantasan pungutan liar di lingkungan birokrasi, termasuk di sektor pendidikan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.

(red)

  • Penulis: Banten Reporter

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Periksa Bahar Bin Smith Dalam Kasus Penganiayaan

    Polisi Periksa Bahar Bin Smith Dalam Kasus Penganiayaan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta – Polisi menyampaikan perkembangan kasus penganiayaan yang menjerat Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka. Bahar diperiksa sejak kemarin. “Itu masih dalam proses pemeriksaan karena baru datang sore kemarin kita masih melihat proses pemeriksaan ini masih bertahap ya masih berlanjut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Rabu (11/2/2026). “Jadi kita beri ruang […]

  • Mensos Jelaskan Alasan Penonaktifan 13,5 Juta PBI JKN, Reaktivasi Dibuka

    Mensos Jelaskan Alasan Penonaktifan 13,5 Juta PBI JKN, Reaktivasi Dibuka

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 8
    • 0Komentar

      Jakarta,– Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan alasan penonaktifan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dalam rapat konsultasi bersama DPR RI. Kebijakan tersebut ditegaskan sebagai bagian dari pemutakhiran data agar bantuan tepat sasaran, sekaligus membuka ruang reaktivasi bagi warga yang masih memenuhi kriteria. Mensos menyatakan, pemutakhiran data merupakan mandat negara […]

  • Menag Lepas kloter pertama Jemaah Haji

    Menag Lepas kloter pertama Jemaah Haji

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melepas jemaah Haji 2025 kloter pertama. Nasaruddin mengingatkan para jemaah haji kloter pertama untuk menjaga energi agar tak sakit saat puncak haji. “Yang berangkat pertama ini, save energinya, jadi energinya itu di-saving, jangan sampai nanti mengumbar energinya, pokoknya dipaksakan diri untuk melakukan apa, walaupun kurang-kurang sehat, akhirnya nanti […]

  • Panen Raya Padi 753 Hektare di Pandeglang Dorong Swasembada Pangan Nasional

    Panen Raya Padi 753 Hektare di Pandeglang Dorong Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 13
    • 0Komentar

      PANDEGLANG– Yayasan Bhakti Bela Negara melakukan panen raya padi varietas PS-08 seluas 753 hektare di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 11 Februri 2026. Staf Khusus Menko Pangan, Irna Narulita Dimyati mengatakan, penanaman padi organik ini memiliki keunggulan daripada padi pada umumnya, karena bisa menghasilkan 10 ton per hektare. “Dan hasil panen padinya […]

  • Gudang di Larangan Tangerang Terbakar, Asap Hitam Tebal Mengepul Tinggi

    Gudang di Larangan Tangerang Terbakar, Asap Hitam Tebal Mengepul Tinggi

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Kota Tangerang – Kebakaran terjadi di Kecamatan Larang, Kota Tangerang, Banten. Petugas pemadam kebakaran (damkar) menerima informasi awal bahwa yang terbakar adalah bangunan gudang. “Betul ada kebakaran, informasi awal yang kami terima, yang terbakar gudang plastik,” kata petugas Command Center Dinas Damkar Kota Tangerang, Dadang, saat dihubungi, Senin (14/4/2025). Petugas damkar menerima informasi terjadinya kebakaran […]

  • Jelang Imlek, Warga Tionghoa di Lebak Mulai Cuci Rupang

    Jelang Imlek, Warga Tionghoa di Lebak Mulai Cuci Rupang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 10
    • 0Komentar

    LEBAK – Menjelang tahun baru Imlek 2026 yang akan dirayakan pada tanggal 17 Februari 2026 mendatang, umat Tionghoa di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mulai melaksanakan ritual cuci rupang atau patung dewa dan dewi yang digunakan untuk ibadah bagi umat Budha, di Vihara Ananda Avalokitesvara, Rangkasbitung. Randi Wandi, salah seorang pengurus Vihara mengatakan, bahwa mencuci rupang ini adalah […]

expand_less