Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » ‘Hanya Di RI Ternyata Sebutan ‘IMLEK’ Itu

‘Hanya Di RI Ternyata Sebutan ‘IMLEK’ Itu

  • account_circle Banten Reporter
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Jakarta– Perayaan Tahun Baru China di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Imlek. Namun, tidak banyak yang sadar bahwa istilah “Imlek” sebenarnya hanya digunakan di Indonesia. Di China sendiri, perayaan tersebut tidak disebut dengan nama “Imlek”.

Perbedaan istilah tersebut bukan sekadar soal bahasa atau budaya, melainkan juga berkaitan dengan dinamika politik di Indonesia pada masa lalu. Pada era Orde Baru, pemerintah membatasi berbagai hal yang berbau Tionghoa, termasuk perayaan budaya.

Sebagai gambaran, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, perayaan Tahun Baru China sempat dilarang. Kebijakan ini dilatarbelakangi sikap pemerintah yang sangat anti-komunisme, sementara China saat itu identik dengan ideologi tersebut. Pemerintah menilai ekspresi budaya Tionghoa berpotensi mengganggu ideologi Pancasila, sehingga perayaannya pun dibatasi.

Pelarangan itu diatur dalam Instruksi Presiden No. 14 tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China. Intinya, aturan tersebut melarang apapun yang berbau China bebas disuarakan di Indonesia. Mulai dari penggunaan bahasa Mandarin, lagu-lagu, hingga perayaan Tahun Baru China.

Merujuk Siew-Min Sai dan Chang-Yau Hoon dalam Chinese Indonesians Reassessed (2013), pelarangan Tahun Baru China juga masuk ke dalam ranah penamaan. Di China, perayaan ini lazim disebut Sin Cia yang diambil dari bahasa Mandarin.

Namun, akibat pemerintah Soeharto fobia sesuatu berbau China, maka pemerintah mengubah nama perayaan tersebut. Akhirnya tercipta istilah Imlek. Kata tersebut lahir dari dialek Hokkien. Dalam dialek Hokkien, Imlek (阴历, dibaca im-le̍k) terdiri atas dua suku kata, di mana im berarti ‘bulan’ dan lek berarti ‘penanggalan’.

Dari situ, arti Imlek adalah ‘kalender bulan’. Atas dasar ini, kata ‘Imlek’ hanya ada di Indonesia. Tentu saja, eksistensi kata tersebut bersamaan dengan terbatasnya ruang ekspresi perayaan.

Di masa Orde Baru, masyarakat Tionghoa tak lagi bisa melakukan Tahun Baru China secara bebas. Jika ingin tetap merayakan Imlek, mereka harus diam-diam melakukannya. Tentu, itu dilakukan tanpa diberi hari libur seperti sekarang.

Beruntung aturan diskriminasi tersebut berakhir saat Orde Baru runtuh. Di awal reformasi, Presiden B.J Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan aturan yang mencabut seluruh aturan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa yang dikeluarkan Soeharto.

Orang Tionghoa bisa mengekspresikan kembali kebudayaannya secara bebas, termasuk juga perayaan Tahun Baru Imlek. Meski begitu, diskriminasi terhadap orang Tionghoa tidak serta merta hilang begitu saja karena sudah telanjur mengakar.

  • Penulis: Banten Reporter

Rekomendasi Untuk Anda

  • Global Economic Shifts: What Current Trends Mean for the Future

    Global Economic Shifts: What Current Trends Mean for the Future

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Build Your Website in Minutes with One-Click Import – No Coding Hassle!

  • KPK Didesak Periksa Bupati Bogor Rudy Susanto Terkait Dugaan ‘Proyek Setan’ Senilai Rp 14.4 M di PN Cibinong

    KPK Didesak Periksa Bupati Bogor Rudy Susanto Terkait Dugaan ‘Proyek Setan’ Senilai Rp 14.4 M di PN Cibinong

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 428
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) membongkar dugaan skandal pengadaan dalam proyek rehabilitasi Gedung Pengadilan Negeri (PN) Cibinong senilai Rp14,4 miliar yang dimenangkan oleh CV. Fika Mulya. Proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Bogor ini kini disorot sebagai “proyek setan” karena diduga sarat penyimpangan dan pengaturan tender. Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, mengungkap bahwa proyek […]

  • Andra Soni Lepas Ekspor Emping Melinjo 6,48 Ton ke Arab Saudi Ton ke

    Andra Soni Lepas Ekspor Emping Melinjo 6,48 Ton ke Arab Saudi Ton ke

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 429
    • 0Komentar

    SERANG-Gubernur Banten Andra Soni, melepas ekspor 6,48 ton emping melinjo ke Arab Saudi. Ekspor yang kelima kalinya dilakukan oleh CV Novan Putra itu, sebelumnya dilakukan ke Singapura, Korea, Australia dan Amerika Serikat. Pelepasan dilakukan di Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Sertifikasi Mutu Barang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Jln. Raya Serang-Jakarta, Penancangan, Cipocok Jaya, […]

  • Jemaah Umrah Sebentar Lagi Bisa Check-In dan Urus Paspor Langsung di Asrama Haji

    Jemaah Umrah Sebentar Lagi Bisa Check-In dan Urus Paspor Langsung di Asrama Haji

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan terobosan besar dengan mentransformasi fungsi asrama haji. Tidak sekadar tempat menginap, asrama haji kini diproyeksikan menjadi pusat ekosistem ekonomi serta One Stop Services (OSS) bagi jemaah umrah. Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenhaj, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta maskapai Garuda Indonesia. Tujuannya jelas: memberikan efisiensi […]

  • 7 Negara Penghasil Sawit Terbesar di Dunia

    7 Negara Penghasil Sawit Terbesar di Dunia

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 250
    • 0Komentar

      Jakarta: Minyak sawit merupakan salah satu komoditas global yang paling penting, digunakan dalam berbagai produk mulai dari makanan, kosmetik, hingga bahan bakar nabati. Dengan meningkatnya permintaan dunia, negara-negara penghasil sawit memainkan peran strategis dalam memastikan pasokan yang stabil dan berkelanjutan. Lantas negara-negara mana saja yang menghasilkan sawit terbanyak di dunia? Melansir Indexmundi, berikut tujuh negara penghasil sawit […]

  • Tangerang TAXPO 2026 Dibuka

    Tangerang TAXPO 2026 Dibuka

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 92
    • 0Komentar

      KABUPATEN TANGERANG — Suasana Car Free Day di kawasan Puspemkab Tangerang, Minggu (15/2/2026), terasa berbeda. Di tengah warga yang berolahraga bersama keluarga, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan layanan pajak langsung di ruang publik melalui gelaran Tangerang TAXPO 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Tangerang TAXPO […]

expand_less