Lebron James Dipastikan Gagal MemperpanjangRekor Masuk Daftar All-NBA
- account_circle Banten Reporter
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

JAKARTA – Keinginan LeBron James untuk memperpanjang rekor masuk di dalam All-NBA resmi berakhir setelah ia tidak bisa membantu timnya Los Angeles Lakers menghadapi San Antonio Spurs di laga lanjutan NBA musim kompetisi 2025–2026.
James absen saat timnya menjamu Spurs di Crypto.com Arena, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa, 10 Februari 2026, waktu lokal, karena mendapat masalah radang sendi di kaki kirinya. Bentrok itu akhirnya dimenangi oleh tim tamu dengan skor akhir 136-108.
Selain James, Lakers juga tidak bisa diperkuat oleh Luka Doncic (cedera hamstring kiri), Austin Reaves (penanganan cedera betis kiri), dan Marcus Smart (nyeri pergelangan kaki kanan) dalam pertandingan tersebut.
Ini adalah pertandingan ke-18 yang dilewatkan James dalam kalender musim ini sehingga ia otomatis tidak dapat mencapai ambang batas 65 pertandingan yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat bergabung dalam All-NBA.
Pemain yang saat ini berusia 41 tahun tersebut telah terpilih masuk dalam tim All-NBA selama 21 musim berturut-turut. Itu masih merupakan sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah liga basket paling bergengsi tersebut.
Tidak bisa bermain melawan Spurs membuat James tidak memenuhi batas minimum 65 pertandingan NBA untuk mendapatkan penghargaan pascamusim itu. Sesuai aturan di liga, pemain berhak atas penghargaan ini harus memenuhi ambang batas sesuai regulasi.
Aturan itu pertama kali dipakai pada musim kompetisi 2023–2024. Sejak itu, peraturan ini memainkan peran sentral dalam bagaimana liga mengevaluasi nilai dan daya tahan pemain karena para pemilih penghargaan memprioritaskan ketersediaan yang konsisten serta bukan produksi statistik.
Pelatih LA Lakers, JJ Redick, mengatakan bahwa ambang batas jumlah pertandingan yang dimainkan seharusnya digunakan sebagai panduan saja kepada para pemilih dan bukan sebagai aturan yang kaku.
“Saya tahu pada tahun pertama saya memberikan suara, ada banyak pemain yang berada di kisaran 54 hingga 56 pertandingan,” kata Redick, yang termasuk dalam kelompok pemilih untuk penghargaan itu ketika ia masih bekerja di media, dikutip ESPN.
Pelatih Spurs, Mitch Johnson, mengatakan bahwa ia mendukung semangat aturan tersebut, tetapi tentu perlu dievaluasi karena kemungkinan cedera pemain begitu besar di tengah padatnya laga.
“Mengenai detail apakah 65 laga ialah jumlah yang tepat dan apakah seseorang tidak memenuhi syarat untuk penghargaan tertentu, jujur saja saya belum terlalu memikirkannya. Saya rasa ini jelas menyebalkan bagi para pemain yang memiliki tahun yang sangat hebat,” ujar dia.
Salah satu contohnya adalah Victor Wembanyama yang hanya bermain dalam 46 pertandingan musim lalu setelah mengalami cedera yang mengakhiri musimnya pada Februari, tetapi ia tetap memimpin liga dengan rata-rata 3,8 blok per pertandingan.
Walaupun absen dalam waktu yang lama, ia dianggap oleh banyak pemilih sebagai kandidat yang layak untuk penghargaan Pemain Bertahan Terbaik Tahun Ini tersebut.
Doncic juga berisiko melewatkan ambang batas 65 pertandingan karena ia dinyatakan absen untuk pertandingan ketiga berturut-turut karena cedera ringan. Ia secara keseluruhan telah melewati 11 laga sejauh ini.
Jadi, ia hanya boleh absen enam pertandingan lagi agar memenuhi syarat untuk penghargaan akhir musim. Pebasket asal Slovenia itu kemungkinan sudah kembali saat Lakers menghadapi mantan timnyaDallas Mavericks pada Kamis, 12 Februari 2026.
- Penulis: Banten Reporter





