Viral Keributan Jurnalis dan Petugas Damkar di Kota Tangerang, Berujung Saling Lapor
- account_circle Banten Reporter
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar

Insiden di Pos Damkar Pinang Picu Polemik, Kedua Pihak Tempuh Jalur Hukum
KOTA TANGERANG – Insiden perselisihan antara seorang jurnalis dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) di wilayah Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menjadi sorotan publik setelah berujung pada aksi saling lapor ke pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut bermula saat seorang jurnalis berinisial SL (50), yang akrab disapa Acong, mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan ketika hendak menumpang berteduh bersama keluarga di area pos Damkar setempat.
Menurut pengakuannya, situasi yang awalnya sederhana justru berkembang menjadi ketegangan akibat komunikasi yang dinilai tidak pantas dari salah satu petugas.
“Saya hanya ingin berteduh karena cuaca panas bersama istri dan cucu saya. Tapi justru mendapat ucapan yang kurang mengenakkan,” ujar Acong saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).
Kronologi Kejadian
Dalam keterangannya, Acong menyebut bahwa petugas Damkar yang diketahui bernama Hidayat sempat melontarkan pernyataan yang menyinggung dan mencurigai dirinya sebagai bagian dari LSM dengan nada peringatan.
“Ada ucapan ‘jangan macam-macam’, itu yang membuat saya tersinggung. Saya tidak mengerti maksudnya apa,” katanya.
Ketegangan pun memuncak hingga terjadi adu mulut. Bahkan, situasi sempat memanas ketika kedua pihak diduga hampir terlibat kontak fisik.
“Dia sudah bersiap seperti mau menyerang. Tapi akhirnya dia yang kena pukul duluan sampai mengalami luka di bagian pelipis,” ungkapnya.
Berujung Saling Lapor
Pasca kejadian tersebut, konflik tidak berhenti di lokasi. Kedua pihak diketahui telah melaporkan insiden tersebut ke aparat kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Acong menegaskan dirinya tidak merasa bersalah dan menilai tindakan petugas Damkar menjadi pemicu utama insiden tersebut.
“Saya hanya membela diri. Saya datang baik-baik, tidak ada niat macam-macam,” tegasnya.
Respons BPBD Kota Tangerang
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, membenarkan adanya insiden yang melibatkan anggotanya dengan seorang jurnalis.
Ia menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum serta berharap kejadian ini dapat diselesaikan secara objektif.
“Kami berharap kebenarannya bisa terungkap secara jelas, karena kedua belah pihak sudah menempuh jalur hukum,” ujar Mahdiar.
Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait etika pelayanan publik dan perlindungan terhadap profesi jurnalis. Masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan resmi guna memastikan kejelasan fakta serta keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
(@)
- Penulis: Banten Reporter





