Breaking News
light_mode
Beranda » Kota Tangerang » Berbasis Ramah Lingkungan, Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Peran sebagai Pusat Inovasi Batako FABA

Berbasis Ramah Lingkungan, Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Peran sebagai Pusat Inovasi Batako FABA

  • account_circle Banten Reporter
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Tangerang, Bantenpost.net-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pembinaan yang produktif melalui penerimaan kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas IIB Indramayu terkait pengembangan produksi batako berbahan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), Rabu (18/2).

Kunjungan strategis ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan studi tiru Lapas Indramayu bernomor WP.11.PAS.UM.01.01-386 tertanggal 17 Februari 2026. Hal ini semakin memperkuat posisi Lapas Kelas I Tangerang sebagai rujukan pembinaan kemandirian berbasis industri ramah lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan.

Lapas Kelas I Tangerang memfasilitasi rombongan Lapas Indramayu bersama perwakilan PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu melalui rangkaian pemaparan dan peninjauan lapangan yang terstruktur. Kegiatan ini menegaskan komitmen pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan kompetensi kerja, serta pemberdayaan ekonomi warga binaan yang selaras dengan kebutuhan industri dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai alur produksi batako FABA, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses pencetakan, hingga pengendalian mutu dan penerapan standar keselamatan kerja. Rombongan juga menyaksikan secara langsung pemanfaatan FABA, produk turunan dari limbah sisa pembakaran batu bara yang diolah menjadi material konstruksi alternatif bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai model pembinaan yang menempatkan warga binaan sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan produktif.

“Kami berkomitmen menjadikan program ini sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomis, tetapi juga membentuk karakter Warga Binaan melalui penanaman disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang kuat untuk kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menegaskan bahwa optimalisasi FABA merupakan bagian dari strategi pembinaan berbasis manfaat dan keberlanjutan.
“Pemanfaatan FABA tidak hanya mendorong produktivitas warga binaan, tetapi juga memastikan program pembinaan selaras dengan prinsip ramah lingkungan dan kebutuhan industri. Kedepan, kami terbuka untuk memperkuat kolaborasi agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Apresiasi turut disampaikan oleh Kepala Seksi Binadik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Indramayu, Rachmad Putra Susanto. Ia menilai pengelolaan program di Lapas Kelas I Tangerang telah berjalan secara sistematis, terukur, dan layak dijadikan referensi dalam pengembangan program serupa di daerah.

“Kami melihat pemanfaatan FABA di sini telah terstruktur dan memberikan dampak nyata. Studi tiru ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan program pembinaan yang lebih inovatif, produktif, dan berkelanjutan di Lapas Indramayu,” ungkapnya.

Asisten Manajer SDM, Umum, dan CSR PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu, Puri Handoko mengatakan, pemanfaatan FABA oleh Lapas Kelas I Tangerang merupakan contoh nyata sinergi antara sektor energi dan Pemasyarakatan dalam mendorong terwujudnya ekonomi sirkular (pengolahan limbah secara efektif).

“Kami mendukung dan mengapresiasi inovasi yang dilakukan Lapas Kelas I Tangerang. Pemanfaatan FABA menjadi batako bernilai ekonomis menunjukkan bahwa limbah industri dapat dikelola secara produktif sekaligus memberikan manfaat sosial. Kedepan, kolaborasi seperti ini sangat potensial untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Tangerang terus mengembangkan model pembinaan inovatif yang menempatkan warga binaan sebagai insan produktif yang diberdayakan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk konstruksi yang berkualitas dan inovatif, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, berdaya saing, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah kembali ke lingkungan sosialnya. (Red)

  • Penulis: Banten Reporter

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Ribuan Warga Tetangga RI Demo Tolak Kedatangan Presiden Israel

    Potret Ribuan Warga Tetangga RI Demo Tolak Kedatangan Presiden Israel

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Ribuan orang berkumpul di seluruh Australia pada hari Senin (9/2/2026) untuk menolak kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog, yang melakukan kunjungan ke beberapa kota untuk menyatakan solidaritas dengan komunitas Yahudi Australia setelah penembakan massal yang menewaskan banyak orang tahun lalu. (REUTERS/Jeremy Piper)

  • Gandeng KPK, Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas

    Gandeng KPK, Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 104
    • 0Komentar

    CIPUTAT- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui pembinaan keluarga berintegrasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun budaya antikorupsi yang dimulai dari lingkungan keluarga. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, pembinaan keluarga berintegritas harus menjadi bagian penting dalam […]

  • Kronologi Bentrok TNI-Polri di Mappi

    Kronologi Bentrok TNI-Polri di Mappi

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 132
    • 0Komentar

      JAKARTA-Kapendam XXIV/Mandala Trikora, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono membeberkan kronologi bentrokan antara TNI-Polri di sekitar Marseling Area 2 Yonif TP 819/PIBP, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, Kamis (12/2). Ia mengatakan peristiwa tersebut bermula dari aksi pengendara sepeda motor yang beberapa kali melakukan penggeberan serta melontarkan ucapan tidak pantas di sekitar area penjagaan […]

  • Jabat Komisaris di 12 Perusahaan, KepalaKPP Banjarmasin di Tangkap

    Jabat Komisaris di 12 Perusahaan, KepalaKPP Banjarmasin di Tangkap

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Mulyono, tercatat menjabat sebagai komisaris di 12 perusahaan. Temuan ini muncul seiring penetapan Mulyono sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengaturan restitusi pajak. Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, fakta rangkap jabatan tersebut akan dilihat dari sisi etik dan kepatuhan internal Kementerian Keuangan. Selain […]

  • Babak Baru Kasus Hotel Sultan

    Babak Baru Kasus Hotel Sultan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Jakarta – Proses hukum terkait pengosongan lahan eks Hak Guna Bangunan (HGB) Hotel Sultan memasuki babak baru. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mulai menjalankan tahapan resmi eksekusi setelah sebelumnya berbagai proses administratif dan hukum berjalan cukup panjang. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah dilakukan sesuai prosedur peradilan yang berlaku. “Hari ini, 9 Februari 2026, informasi yang kami peroleh […]

  • Pemerintah Tetapkan Pengaturan Pembelajaran Murid Selama Ramadan 2026

    Pemerintah Tetapkan Pengaturan Pembelajaran Murid Selama Ramadan 2026

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Epoy Riyadi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta— Pemerintah menetapkan pengaturan pembelajaran bagi murid selama Bulan Ramadan 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar peserta didik secara berimbang. Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno di Kantor Kemenko PMK, pada Kamis (5/2/2026). Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pembelajaran selama […]

expand_less