Breaking News
light_mode
Beranda » Kota Tangerang » Berbasis Ramah Lingkungan, Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Peran sebagai Pusat Inovasi Batako FABA

Berbasis Ramah Lingkungan, Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Peran sebagai Pusat Inovasi Batako FABA

  • account_circle Banten Reporter
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Tangerang, Bantenpost.net-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pembinaan yang produktif melalui penerimaan kunjungan studi tiru dari Lapas Kelas IIB Indramayu terkait pengembangan produksi batako berbahan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), Rabu (18/2).

Kunjungan strategis ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan studi tiru Lapas Indramayu bernomor WP.11.PAS.UM.01.01-386 tertanggal 17 Februari 2026. Hal ini semakin memperkuat posisi Lapas Kelas I Tangerang sebagai rujukan pembinaan kemandirian berbasis industri ramah lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan.

Lapas Kelas I Tangerang memfasilitasi rombongan Lapas Indramayu bersama perwakilan PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu melalui rangkaian pemaparan dan peninjauan lapangan yang terstruktur. Kegiatan ini menegaskan komitmen pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan kompetensi kerja, serta pemberdayaan ekonomi warga binaan yang selaras dengan kebutuhan industri dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai alur produksi batako FABA, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses pencetakan, hingga pengendalian mutu dan penerapan standar keselamatan kerja. Rombongan juga menyaksikan secara langsung pemanfaatan FABA, produk turunan dari limbah sisa pembakaran batu bara yang diolah menjadi material konstruksi alternatif bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai model pembinaan yang menempatkan warga binaan sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan produktif.

“Kami berkomitmen menjadikan program ini sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomis, tetapi juga membentuk karakter Warga Binaan melalui penanaman disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang kuat untuk kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aris Supriyadi, menegaskan bahwa optimalisasi FABA merupakan bagian dari strategi pembinaan berbasis manfaat dan keberlanjutan.
“Pemanfaatan FABA tidak hanya mendorong produktivitas warga binaan, tetapi juga memastikan program pembinaan selaras dengan prinsip ramah lingkungan dan kebutuhan industri. Kedepan, kami terbuka untuk memperkuat kolaborasi agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Apresiasi turut disampaikan oleh Kepala Seksi Binadik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Indramayu, Rachmad Putra Susanto. Ia menilai pengelolaan program di Lapas Kelas I Tangerang telah berjalan secara sistematis, terukur, dan layak dijadikan referensi dalam pengembangan program serupa di daerah.

“Kami melihat pemanfaatan FABA di sini telah terstruktur dan memberikan dampak nyata. Studi tiru ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan program pembinaan yang lebih inovatif, produktif, dan berkelanjutan di Lapas Indramayu,” ungkapnya.

Asisten Manajer SDM, Umum, dan CSR PLN Nusantara Power Unit PLTU Indramayu, Puri Handoko mengatakan, pemanfaatan FABA oleh Lapas Kelas I Tangerang merupakan contoh nyata sinergi antara sektor energi dan Pemasyarakatan dalam mendorong terwujudnya ekonomi sirkular (pengolahan limbah secara efektif).

“Kami mendukung dan mengapresiasi inovasi yang dilakukan Lapas Kelas I Tangerang. Pemanfaatan FABA menjadi batako bernilai ekonomis menunjukkan bahwa limbah industri dapat dikelola secara produktif sekaligus memberikan manfaat sosial. Kedepan, kolaborasi seperti ini sangat potensial untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Tangerang terus mengembangkan model pembinaan inovatif yang menempatkan warga binaan sebagai insan produktif yang diberdayakan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk konstruksi yang berkualitas dan inovatif, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, berdaya saing, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah kembali ke lingkungan sosialnya. (Red)

  • Penulis: Banten Reporter

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mensos Jelaskan Alasan Penonaktifan 13,5 Juta PBI JKN, Reaktivasi Dibuka

    Mensos Jelaskan Alasan Penonaktifan 13,5 Juta PBI JKN, Reaktivasi Dibuka

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 16
    • 0Komentar

      Jakarta,– Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan alasan penonaktifan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dalam rapat konsultasi bersama DPR RI. Kebijakan tersebut ditegaskan sebagai bagian dari pemutakhiran data agar bantuan tepat sasaran, sekaligus membuka ruang reaktivasi bagi warga yang masih memenuhi kriteria. Mensos menyatakan, pemutakhiran data merupakan mandat negara […]

  • Aksi Sigap Tim Damkar Ciledug Kota Tangerang: Tangkap Ular Sanca Sepanjang 4 Meter Usai Memangsa Ayam Warga Paninggilan

    Aksi Sigap Tim Damkar Ciledug Kota Tangerang: Tangkap Ular Sanca Sepanjang 4 Meter Usai Memangsa Ayam Warga Paninggilan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Rasa cemas yang menghantui warga Perumahan Pondok Lakah Permai, Kelurahan Paninggilan, Ciledug, kini berakhir. Tim UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciledug berhasil mengevakuasi seekor ular sanca berukuran jumbo yang selama ini menjadi penyebab hilangnya hewan ternak warga, Selasa (10/02/26). Aksi evakuasi bermula saat petugas menerima laporan warga terkait keberadaan predator melata tersebut di lingkungan RT 02/RW […]

  • KPK Tetapkan 2 Tersangka kasus Dana CSR BI dan OJK

    KPK Tetapkan 2 Tersangka kasus Dana CSR BI dan OJK

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial atau corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah menetapkan dua anggota DPR sebagai tersangka, KPK kini memeriksa pejabat BI. Pada Jumat (8/8/2025), penyidik memanggil Deputi Direktur Departemen Hukum BI Irwan dan mantan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. “Pemeriksaan […]

  • Dr. Simon Ex Bupati Malaka: Hapus KASN Sama Saja Membuka Pintu Intervensi Politik ke Birokrasi!

    Dr. Simon Ex Bupati Malaka: Hapus KASN Sama Saja Membuka Pintu Intervensi Politik ke Birokrasi!

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Jakarta,24 Jakarta-Mantan Bupati Malaka Dr. Simon Nahak menyampaikan sikap tegas menolak pembubaran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang saat ini sedang digugat di Mahkamah Konstitusi oleh sejumlah LSM. Menurutnya, KASN bukan hanya lembaga administratif biasa, tapi penjaga utama integritas birokrasi Indonesia. “Saya tidak sependapat dengan pembubaran KASN. Justru saat ini kehadirannya makin penting untuk memastikan […]

  • ‘Hanya Di RI Ternyata Sebutan ‘IMLEK’ Itu

    ‘Hanya Di RI Ternyata Sebutan ‘IMLEK’ Itu

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta– Perayaan Tahun Baru China di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Imlek. Namun, tidak banyak yang sadar bahwa istilah “Imlek” sebenarnya hanya digunakan di Indonesia. Di China sendiri, perayaan tersebut tidak disebut dengan nama “Imlek”. Perbedaan istilah tersebut bukan sekadar soal bahasa atau budaya, melainkan juga berkaitan dengan dinamika politik di Indonesia pada masa lalu. […]

  • Perbedaan PPPK dan PPPK Paruh Waktu 2026, Gaji hingga Tunjangan

    Perbedaan PPPK dan PPPK Paruh Waktu 2026, Gaji hingga Tunjangan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Bandung – Skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK saat ini banyak digunakan di berbagai lembaga pemerintahan, dan merupakan bagian dari kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan waktu kerja tertentu. PPPK terbagi menjadi dua kategori, yakni PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu.Perbedaan dua skema tersebut kerap memunculkan pertanyaan di masyarakat. Banyak calon pelamar […]

expand_less