Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dugaan Korupsi Bansos DKI Rp2,85 Triliun Bikin Heboh

Dugaan Korupsi Bansos DKI Rp2,85 Triliun Bikin Heboh

  • account_circle Banten Reporter
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 321
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Bau busuk dugaan korupsi bansos senilai Rp2,85 triliun mencuat tajam ke permukaan. Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko “Jojo” Priyoski, melontarkan desakan keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengobrak-abrik kasus pengadaan bantuan sosial DKI Jakarta tahun anggaran 2020.

Menurut Jojo, skandal jumbo ini diduga menyeret nama-nama panas: mantan Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, eks Kepala Dinas Sosial DKI Premi Lasari(Aspem bid Transportasi), dan Kabid Banjamsos Ika Yuli Rahayu. “Negara dirugikan besar. Ini bukan kasus ecek-ecek. Harus dibongkar habis!” ujar Jojo lantang kepada awak media di Jakarta, Rabu (2/7).

**Jejak Busuk di Gudang Pulogadung**

Semua bermula dari unggahan akun Twitter @kurawa yang memicu ledakan kontroversi. Dalam sebuah video viral, terekam tumpukan beras bansos kemasan 5 kg di gudang sewaan Perumda Pasar Jaya di kawasan industri Pulogadung. Jumlahnya tak main-main: sekitar 1.000 ton – dan kondisinya memprihatinkan, tak layak konsumsi.

Jojo menyebut bahwa ini adalah puncak gunung es dari penimbunan bansos era pandemi. Berdasarkan keterangan whistleblower, ribuan ton beras itu tidak pernah sampai ke tangan rakyat yang membutuhkan.

**Audit BPK Bicara: Ada Indikasi Penyimpangan!**

Lebih lanjut, Jojo menyoroti hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengendus aroma penyimpangan dalam pengadaan bansos. Dinas Sosial DKI menunjuk tiga vendor: PT Food Station, PT Trimedia Imaji Rekso Abadi, dan Perumda Pasar Jaya yang menggenggam porsi jumbo Rp2,85 triliun dari total Rp3,65 triliun.

Namun yang bikin publik melongo, vendor-vendor itu ternyata ada yang tak masuk akal: perusahaan parkir, bengkel AC, bahkan kontraktor bangunan ikut cawe-cawe. Tak sedikit dari mereka dikabarkan berafiliasi dengan anggota DPRD, elite parpol, dan pengusaha swasta.

**”Hilang Misterius” Rp150 Miliar dan Manipulasi Dokumen**

KAMAKSI menemukan kejanggalan fatal berupa “unknown shrinkage” senilai Rp150 miliar. Artinya, dana bansos menguap begitu saja tanpa jejak jelas. “Itu indikasi manipulasi dokumen pengiriman yang brutal,” beber Jojo.

Tak cukup sampai di situ, Jojo juga mengungkap ada kelalaian fatal dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sosial dalam hal pengawasan distribusi. Akibatnya, beras menumpuk dan membusuk tanpa pernah sampai ke rakyat kecil.

**Kejahatan Kemanusiaan di Tengah Pandemi?**

Skema ini awalnya merupakan program darurat Gubernur Anies Baswedan untuk merespons pandemi COVID-19. Tapi pelaksanaannya justru menyisakan luka dalam: bansos mangkrak, rakyat tak dapat bantuan, dan dana triliunan diduga mengalir ke kantong para oknum.

“Kalau dugaan ini terbukti, maka ini bukan sekadar korupsi. Ini kejahatan kemanusiaan!” tegas Jojo. Ia mendesak agar semua pelaku dijerat dengan hukuman maksimal, aset disita, dan—jika perlu—dipenjara di pulau terpencil.

**Era Prabowo, Koruptor Harus Ketar-ketir!**

Jojo optimistis, di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, tak ada ruang untuk kompromi dengan para koruptor. “Kami percaya, Prabowo akan sikat habis! Semua yang merugikan negara, apalagi menyalahgunakan dana rakyat di tengah krisis, harus dibasmi sampai ke akar!” pungkasnya.

  • Penulis: Banten Reporter

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga ‘Cincay’ Kejagung Harus Segera Panggil Direksi KAI Logistik dan Bos SLS Terkait Terminal Batu Bara Kramasan

    Diduga ‘Cincay’ Kejagung Harus Segera Panggil Direksi KAI Logistik dan Bos SLS Terkait Terminal Batu Bara Kramasan

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 587
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polemik proyek terminal batu bara di Stasiun Kramasan, Sumatera Selatan, menyeret dua entitas besar: PT KAI Logistik dan PT Sentosa Laju Sejahtera (SLS). Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, secara tegas meminta Kejaksaan Agung turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan pemanfaatan aset negara milik PT KAI (Persero). Menurut Uchok, kerja […]

  • Polsek Ciledug Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor

    Polsek Ciledug Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 56
    • 0Komentar

      Bantenpost.net-Kota Tangerang, Unit Reskrim Polsek Ciledug, Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Kamis, 8 Januari 2026. Kapolsek Ciledug Kompol R.A. Dalby, S.Pd., M.H., menjelaskan bahwa Pengungkapan kasus tersebut bermula saat tim opsnal Polsek Ciledug melakukan patroli dan observasi wilayah pada Rabu, […]

  • TNI AD Jelaskan Alasan Seskab Teddy Indra Wijaya Ikut Pendidikan Seskoad

    TNI AD Jelaskan Alasan Seskab Teddy Indra Wijaya Ikut Pendidikan Seskoad

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan alasan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengikuti pendidikan Sekolah Komando Angkatan Darat (Seskoad). Menurutnya keikutsertaan Teddy yang masih aktif sebagai prajurit TNI dengan pangkat Letkol Inf adalah bagian dari proses pembinaan karier perwira TNI AD yang dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai […]

  • Membaca Jejak Reformasi Purbaya di Kementerian Keuangan: Transparansi Tanpa Kompromi

    Membaca Jejak Reformasi Purbaya di Kementerian Keuangan: Transparansi Tanpa Kompromi

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 238
    • 0Komentar

      Oleh: Naila Zitha Putri Waluyo Bantenpost.net-Reformasi birokrasi di Indonesia kerap berjalan tersendat, penuh lika-liku, serta dihantui beragam tarik-menarik kepentingan politik. Namun, di tengah kompleksitas tersebut, selalu muncul individu-individu yang berani mengambil sikap untuk memecah kebekuan dan mendorong perubahan yang lebih progresif. Salah satu figur yang menonjol dalam konteks ini adalah Purbaya di Kementerian Keuangan. […]

  • Eks Kapolsek dan 2 Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

    Eks Kapolsek dan 2 Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Bantenpost.net-Jakarta,Kuasa hukum dari Ng Kim Tjoa, Julianus Halawa melaporkan Kapolsek, Eks Kapolsek dan dua anggota Polsek Danau Paris, Aceh Singkil ke Divisi Propam Mabes Polri, Senin (12/1/2026). Laporan terkait surat tanda bukti lapor kematian istri Ng Kim yakni Yuliana akibat dipatuk ular pada 12 September 2024 lalu, tidak teregister di Polsek tersebut. Julianus menerangkan kliennya […]

  • Seragam Dibayar, Kwitansi Tak Diterima, Kepsek Lepas Kalimat Misterius: ‘Bapak Pahamlah!’

    Seragam Dibayar, Kwitansi Tak Diterima, Kepsek Lepas Kalimat Misterius: ‘Bapak Pahamlah!’

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 173
    • 0Komentar

      Tangerang, bantenpost.net-Dugaan praktik jual-beli seragam di SMKN 2 Tangerang jadi sorotan publik. Pasalnya, pihak sekolah disebut-sebut melakukan penjualan seragam tanpa transparansi dan menolak memberikan kwitansi resmi kepada orang tua yang sudah membayar. Menanggapi hal itu, Kepala SMKN 2 Kota Tangerang, Sri Sulastri, mengatakan bahwa seluruh proses pengadaan dan pendistribusian seragam dilaksanakan sesuai dengan ketentuan […]

expand_less