Breaking News
light_mode
Beranda » Banten » Seragam Dibayar, Kwitansi Tak Diterima, Kepsek Lepas Kalimat Misterius: ‘Bapak Pahamlah!’

Seragam Dibayar, Kwitansi Tak Diterima, Kepsek Lepas Kalimat Misterius: ‘Bapak Pahamlah!’

  • account_circle Banten Reporter
  • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
  • visibility 223
  • comment 0 komentar

 

Tangerang, bantenpost.net-Dugaan praktik jual-beli seragam di SMKN 2 Tangerang jadi sorotan publik. Pasalnya, pihak sekolah disebut-sebut melakukan penjualan seragam tanpa transparansi dan menolak memberikan kwitansi resmi kepada orang tua yang sudah membayar.

Menanggapi hal itu, Kepala SMKN 2 Kota Tangerang, Sri Sulastri, mengatakan bahwa seluruh proses pengadaan dan pendistribusian seragam dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah diatur oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

“Sekolah hanya berperan dalam memberikan informasi serta memfasilitasi peserta didik dan orang tua agar prosesnya berjalan tertib dan seragam, tanpa ada kewajiban untuk membeli melalui pihak sekolah,” ujar Sri kepada wartawan, pada Kamis (30/10).

Ia memastikan bahwa tidak ada paksaan, kewajiban, maupun keuntungan pribadi yang diambil dari kegiatan tersebut. SMKN 2 Tangerang berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap kegiatan.

“Perihal pengelolaan jual beli seragam dan permasalahan kwitansi itu ranah koperasi sekolah. Ya bapak pahamlah!,” ucap Sri sambil tersenyum.

Ironisnya, koperasi sekolah yang disebut-sebut dalam pengelolaan penjualan seragam yang mekanismenya dilakukan sesuai aturan dan ketentuan, ternyata dikendalikan oleh guru aktif dan pensiunan guru.

“Koperasi sekolah dikelola oleh guru aktif dan pensiunan guru. Perihal permintaan kwitansi memang kami (koperasi) tidak mau mengeluarkan,” ungkap seorang Komite kepada wartawan saat wawancara langsung bersama Kepala sekolah dan beberapa guru lainnya yang hadir mendampingi.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah praktik tersebut memang murni kegiatan koperasi, atau justru menjadi ladang bisnis terselubung di bawah bendera sekolah negeri?

Seorang narasumber menuturkan bahwa pembelian seragam dilakukan melalui koperasi sekolah, namun saat diminta bukti transaksi (kwitansi) pihak sekolah justru mengelak.

“Kami diminta bayar sekian, tapi waktu minta kwitansi, pihak sekolah menolak. Katanya itu urusan koperasi dan ini menjadi pertanyaan besar bagi sebagian orang tua murid?,” ungkapnya kepada wartawan.

Tentunya dengan adanya penolakan pemberian kwitansi menjadi indikasi kuat bahwa transaksi ini tidak memiliki transparansi akuntabel. Dalam konteks lembaga pendidikan negeri, praktik seperti ini jelas mencederai prinsip keterbukaan publik.

Pengelolaan koperasi di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, koperasi sekolah harus dijalankan sesuai mekanisme resmi dan prinsip-prinsip koperasi yang sehat, di mana pengelolaan utamanya dilakukan oleh peserta didik, bukan oleh guru aktif.

Aturan ini ditegaskan untuk menjaga transparansi, menghindari konflik kepentingan, serta memastikan koperasi berfungsi sebagai wadah pembelajaran praktik kewirausahaan bagi siswa. Guru hanya berperan sebagai pembina atau pengawas, bukan sebagai pelaksana operasional maupun pengelola keuangan koperasi. (SY)

  • Penulis: Banten Reporter

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badai cedera Ganggu Persiapan Korsel Menuju Piala Dunia

    Badai cedera Ganggu Persiapan Korsel Menuju Piala Dunia

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Korea– Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo menghadapi situasi tak enak di tengah persiapan menuju Piala Dunia 2026. Badai cedera terus berdatangan dalam beberapa bulan terakhir. Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) telah mengagendakan dua pertandingan uji coba pada akhir Maret 2026. Tim berjuluk Taegeuk Warriors akan menghadapi Pantai Gading di Inggris, dan melawat ke markas […]

  • TNG BOXSPAR 2026 Sukses Digelar di Kota Tangerang,

    TNG BOXSPAR 2026 Sukses Digelar di Kota Tangerang,

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Tangerang Boxing Sparring (TNG BOXSPAR) sukses membangkitkan gairah olahraga tinju di Kota Tangerang. Perdana kali diselenggarakan, TNG BOXSPAR diramaikan puluhan petinju muda berbakat dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang menuturkan, Dispora Kota Tangerang mengapresiasi kesuksesan TNG BOXSPAR yang diselenggarakan Rudi’s Camp Periuk […]

  • Bisa Diakses Peserta BPJS Layanan Jantung dan Stroke RSUD Kota Tangerang

    Bisa Diakses Peserta BPJS Layanan Jantung dan Stroke RSUD Kota Tangerang

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KOTA TANGERANG – Gubernur Banten, Andra Soni meresmikan operasionalisasi kerja sama layanan Instalasi Pelayanan Kardiocerebrovaskuler Terpadu (IPKT) atau layanan kesehatan pembuluh darah antara RSUD Kota Tangerang dengan BPJS Kesehatan, Sabtu (14/2/2026). Fasilitas ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses layanan medis spesialis, khususnya penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, bagi masyarakat Provinsi Banten. Peresmian tersebut […]

  • Extreme Weather: What You Need to Know About Climate Change

    Extreme Weather: What You Need to Know About Climate Change

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Set up DeepSeek AI locally on your Mac and run models offline—no cloud required!

  • Harga Daging Ayam di Pasar Rangkasbitung Meroket

    Harga Daging Ayam di Pasar Rangkasbitung Meroket

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 58
    • 0Komentar

    LEBAK – Menjelang Ramadan 2026, harga daging ayam di Pasar Tradisional Rangkasbitung mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga tersebut telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Ujang, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Tradisional Rangkasbitung, mengatakan kenaikan terjadi secara bertahap. Dalam tiga hari terakhir, harga daging ayam terus merangkak naik hingga menembus Rp40.000 per kilogram. “Awalnya Rp34.000 […]

  • Inilah Daerah Kota Tangerang yang Masuk Rencana Tata Kota Berorientasi Transit

    Inilah Daerah Kota Tangerang yang Masuk Rencana Tata Kota Berorientasi Transit

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Banten Reporter
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Pemkot Tangerang mendukung rencana percepatan pengembangan kawasan perkotaan berorientasi transit. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti mengatakan, rencana tara ruang itu merupakan kajian kegiatan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI)-3. “Kami menilai pengembangan kawasan perkotaan berorientasi transit ini menjadi salah satu kunci dalam menciptakan kota yang terintegrasi dalam sektor tata […]

expand_less