7 Negara Penghasil Sawit Terbesar di Dunia
- account_circle Banten Reporter
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar

Jakarta: Minyak sawit merupakan salah satu komoditas global yang paling penting, digunakan dalam berbagai produk mulai dari makanan, kosmetik, hingga bahan bakar nabati. Dengan meningkatnya permintaan dunia, negara-negara penghasil sawit memainkan peran strategis dalam memastikan pasokan yang stabil dan berkelanjutan.
Lantas negara-negara mana saja yang menghasilkan sawit terbanyak di dunia? Melansir Indexmundi, berikut tujuh negara penghasil sawit terbesar berdasarkan data produksi tahun 2024.
Indonesia
Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Pada 2024, Tanah Air menghasilkan sekitar 45,50 juta ton minyak sawit dan mengekspor sekitar 23,99 juta ton.
Berdasarkan data USDA untuk tahun pemasaran 2024/2025, produksi Indonesia diperkirakan sebesar 45,5 juta ton dengan ekspor mencapai 23,47 juta ton dan konsumsi domestik sekitar 22,38 juta ton. Besarnya konsumsi dalam negeri menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai eksportir utama, tetapi juga sebagai konsumen besar minyak sawit.
Struktur industri sawit nasional didominasi oleh petani kecil yang mengelola sekitar 41% dari total luas tanam. Pemerintah Indonesia telah menerapkan skema sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) sejak 2011 untuk mendorong praktik pertanian berkelanjutan, meningkatkan daya saing di pasar internasional, dan mendukung komitmen terhadap penurunan emisi.
Malaysia
Malaysia berada di posisi kedua dalam produksi dan ekspor minyak sawit global. Menurut USDA, produksi negara ini mencapai 19,38 juta ton dengan ekspor sebesar 15,62 juta ton pada periode 2024/25.
Data resmi dari MPOB mencatat produksi CPO sebesar 19,338 juta ton dan ekspor mencapai 16,903 juta ton sepanjang tahun 2024. Wilayah produksi utama berada di Semenanjung Malaysia, Sabah, dan Sarawak, dengan total luas tanam mencapai 5,613 juta hektare.
Malaysia juga menjadi pelopor dalam penerapan standar keberlanjutan melalui skema MSPO (Malaysian Sustainable Palm Oil) sejak 2015, guna meningkatkan transparansi rantai pasok, perlindungan lingkungan, serta kondisi kerja yang adil. Negara ini secara konsisten mengekspor ke pasar utama seperti India, Tiongkok, dan Uni Eropa.
Thailand
Thailand berada di peringkat ketiga dalam daftar negara penghasil sawit terbesar. Produksi minyak sawit pada 2024 diperkirakan mencapai 3,33 juta ton dengan ekspor sekitar 1,30 juta ton. Konsumsi domestik mencapai 2,14 juta ton, sebagian besar untuk kebutuhan biodiesel dan pangan.
Kementerian Pertanian Thailand melalui Office of Agricultural Economics (OAE) memproyeksikan pertumbuhan produksi yang stabil berkat perluasan area panen sejak 2021.
Laporan USDA GAIN juga mencatat bahwa produksi biodiesel di Thailand meningkat sekitar 6% dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh kebijakan campuran bahan bakar dan permintaan ekspor.
Kolombia
Kolombia merupakan produsen sawit terbesar di Amerika Latin. Pada tahun 2024, produksi minyak sawit diperkirakan mencapai 1,90 juta ton dengan konsumsi domestik sekitar 1,53 juta ton. Sekitar 70% produksi digunakan untuk pasar lokal, sementara sisanya diekspor, terutama ke Eropa.
Industri sawit Kolombia tersebar di 21 departemen dan 161 munisipalitas, dengan luas panen sekitar 535.000 hektare dan melibatkan lebih dari 200.000 tenaga kerja. Kolombia juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan melalui perjanjian Zero Deforestation yang ditandatangani sejak 2017 dan penerapan sistem sertifikasi yang terus diperkuat.
Nigeria
Nigeria merupakan produsen utama sawit di benua Afrika. Menurut USDA, produksi Nigeria diperkirakan mencapai 1,50 juta ton pada MY 2024/25. Namun, konsumsi domestik sangat besar, yakni mencapai 1,94 juta ton, sehingga negara ini kerap mengalami kekurangan pasokan di pasar lokal.
CPOPC mencatat bahwa pada 2023, Nigeria memproduksi sekitar 1,46 juta ton dari total area tanam seluas 620.000 hektare. Lebih dari 80% lahan tersebut dikelola oleh petani kecil.
Produksi sawit Nigeria menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait rendahnya produktivitas dan lemahnya rantai pasok. USDA GAIN memperkirakan bahwa produksi belum mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan domestik, dan menyarankan perbaikan sistem distribusi dan insentif bagi petani untuk meningkatkan output.
Guatemala
Guatemala menonjol sebagai negara penghasil sawit terbesar di Amerika Tengah, dengan orientasi ekspor yang sangat tinggi. Berdasarkan data IndexMundi, Guatemala memproduksi sekitar 0,99 juta ton minyak sawit. USDA mencatat ekspor negara ini mencapai sekitar 650.000 ton pada MY 2024/25, menunjukkan ketergantungan besar pada pasar luar negeri.
Industri sawit di Guatemala telah menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan, yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam program-program sertifikasi seperti RSPO. Dorongan ini lahir dari kebutuhan untuk memenuhi standar pasar global, khususnya terkait dengan jejak karbon, deforestasi, dan traceability
Papua Nugini
Papua Nugini termasuk dalam kategori produsen menengah dengan produksi sekitar 830.000 ton pada tahun 2024. Hampir seluruh hasil produksi, yakni sekitar 94%, diekspor ke berbagai negara. Ekspor minyak sawit menjadi salah satu kontributor utama dalam neraca perdagangan negara ini.
Sektor ini menyerap lebih dari 200.000 tenaga kerja dan menjadi pilar penting ekonomi domestik.
Pemerintah Papua Nugini merespons pentingnya sektor sawit dengan meluncurkan National Oil Palm Policy 2025–2030, yang menekankan pada pertumbuhan inklusif, dukungan terhadap petani kecil, dan penguatan keberlanjutan dalam rantai pasok nasional.
- Penulis: Banten Reporter





